Feng Shui Jelek: Apanya..? Bagian 1

Feng Shui –nya Jelek : Apanya?

(Bagian I)

wah, rumah ini feng shui nya jelek..    kamar ini feng shuinya buruk…  pintu mu terkena tusuk sate, gawat tuh..   Lahan mu berbentuk L, jelek feng shui nya

Kalimat-kalimat tersebut sangat sering didengar dalam percakapan sehari-hari. Merefleksikan semakin luasnya pemahaman dan penerimaan terhadap feng shui oleh berbagai kalangan. Ketersediaan berbagai sumber pembelajaran feng shui, seperti buku (lokal maupun asing), seminar & lokakarya, kursus (off-line dan on-line), teknologi (software dan hardware) pun merebak, menjadi akselerator perluasan feng shui tersebut. Bagi yang fokus mempelajari feng shui, memiliki pemahaman yang relatif utuh (agregat), dibanding dengan yang tidak. Hal ini membawa konsekwensi logis terhadap tingkat pemahaman yang bervariasi dan dangkal (bahkan keliru) terhadap feng shui, terlebih kepada mereka yang belajar hanya dengan mengandalkan fasilitas layanan SMS.

Ketidakpahaman tentang kepada siapa dan apa dampak buruk dari sebuah tata letak yang keliru, memunculkan dua sikap yang kontroversial yang seharusnya tidak perlu ada. Sikap pertama adalah sikap paranoid (ketakutan tanpa sebab yang jelas), sikap yang kedua adalah kebalikannya, yaitu yang apatis/ antipati terhadap feng shui. Sikap yang paling bijaksana adalah dengan menggali lebih dalam dan mencari logika di balik setiap prinsip feng shui yang disarankan. Dengan memahami dasar dan logika yang benar, maka kesamaan persepsi dan pandangan akan didapatkan.

Bagi mereka yang kritis, biasanya tidak akan menerima dan berhenti begitu saja pada vonis ’feng shui rumah ini jelek.’ Ada hal yang sangat fundamental untuk diketahui, yaitu: apanya yang jelek? Tergantung pada di sektor mana problem tersebut berada. Lain sektor, lain dampak. Sama-sama terkena tusuk sate, dampak nya berbeda untuk pintu Selatan, Barat Daya, Timur, Tenggara, dan seterusnya.

 

Sebelum sampai pada jawaban tuntas apanya yang jelek, berikut akan dibeberkan terlebih dahulu kondisi-kondisi yang sering menjadi biang masalah (ketidakseimbangan energi Qi) pada sebuah rumah. Meski mudah mendeteksi biang masalah ini, namun untuk menyimpulkan dampak yang sebenarnya bagi penghuninya, baru akan dibahas di bagian akhir dari dua bagian tulisan ini.

Atap Bocor

Periksalah apakah ada ruangan yang langit-langit/ plafon nya terkena air bocoran (dari atap). Kebocoran menunjukkan energi Qi yang ’sakit/ rusak.’ Bau, jamur, tidak nyaman, merupakan indikasi bahwa kebocoran tersebut merupakan sesuatu yang jelek. Ketidaknyamanan ini, disadari atau tidak, lambat laun akan mengganggu kondisi psikologis, dapat memicu pertengkaran dan gangguan kesehatan. Jadi, kebocoran jangan didiamkan, harus segera diatasi.

Dinding Retak

Keretakkan dinding/ tembok, dalam keseharian dipersepsikan sebagai sesuatu yang wajar (biasa terjadi), terlebih jika sebuah bangunan terletak di daerah yang labil. Dinding yang retak, selain karena kurang menarik untuk dilihat, memiliki pengaruh yang negatif terhadap kualitas energi Qi sebuah ruangan. Keretakan tersebut mencerminkan gangguan atas keutuhan rumah tangga dan kemapanan finansial.

Cermin/ Kaca Retak/ Pecah

Identik dengan dinding retak, cermin atau kaca yang retak/ pecah, dan dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, akan merusak kualitas Qi di sektor tersebut. Hal ini dapat dibuktikan bahwa orang tidak merasa nyaman berada di sektor tersebut, karena merasa ada sesuatu yang rusak dan membahayakan. Sesuatu yang retak/ pecah sehingga ada bagian yang runcing, menggambarkan karakter dari sha qi (panah beracun).

Tusuk sate

Rumah yang berada di ujung pertigaan jalan, dikenal dengan istilah tusuk sate. Ini merupakan salah satu indikator sebuah lahan/ bangunan yang memiliki risiko tinggi. Jika pintu utama dari sebuah bangunan terkena ’tusuk sate’ ini, ketidakberuntungan yang berwujud pada banyaknya masalah yang datang bertubi-tubi, akan dihadapi oleh penghuni bangunan tersebut. Hal ini dikarenakan angin yang masuk ke dalam bangunan adalah angin yang keras, sehingga menjelma menjadi panah pembunuh (sha qi). Kembali lagi ditekankan di sini, bahwa dampak negatif sebuah bangunan/rumah yang tusuk sate tidak lah sama, tergantung dari arah hadap pintu tersebut, dan siapa penghuninya. (bersambung ke bagian II).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *