Energi dan Air

Mizu Wa Kotae Wo Shitteiru

The Hidden Message in Water

 

Feng shui adalah ilmu tata letak bangunan, melalui identifikasi energi yang baik, untuk digunakan dengan tepat, guna meningkatkan kualitas hidup seseorang. Feng berarti angin, dan shui berarti air. Energi dibawa oleh angin, dan disimpan dalam air. Energi ini memang tidak kasat mata. Oleh karenanya, wajar dijumpai banyak orang yang mempertanyakan ada tidak nya energi tersebut, serta kebenaran akan dampak yang disimpan dalam air.

Dasar perhitungan feng shui, yang hasilnya adalah energi itu sendiri, adalah dari grafitasi benda langit (sistem tatasurya). Besar kecilnya grafitasi tersebut dihitung berdasarkan siklus orbitnya. Salah satu fenomena alam yang menunjukkan adanya gaya grafitasi yang mempengaruhi bumi, adalah tinggi rendahnya air pasang surut. Ketika bulan purnama, air pasang lebih tinggi dibanding dengan pada bulan lain. Hal ini dikarenakan bulan berada pada satu garis dengan matahari. Bukti lebih lanjut, diyakini oleh sebagian masyarakat, jika mengadakan pesta sebaiknya di bulan purnama supaya pestanya meriah. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa grafitasi (baca:energi) dari bulan, mempengaruhi ’air’ yang ada dibumi tersebut, yaitu pada air laut, dan pada tingkat emosi seseorang (mempengaruhi air dalam tubuh manusia/ darah/ otak)

Mizu Wa Kotae Wo Shitteiru, kalimat berbahasa Jepang ini berarti Pesan Rahasia Sang Air (the Hidden Message in Water), merupakan sebuah judul buku yang ditulis oleh seorang peneliti dari Jepang, Dr. Masaru Emoto, pada tahun 2001. Dr. Emoto adalah seorang sarjana dari fakultas kemanusiaan dan ilmu pengetahuan Universitas Negeri Yokohama, yang sangat peduli dengan kehidupan air.

Dalam penelitiannya, Dr.Emoto mengambil sampel air dari berbagai tempat di beberapa penjuru dunia, serta bereksperimen dengan memperlakukan air tersebut secara berbeda. Beberapa hal yang ditemukan oleh Dr.Emoto adalah : memahami air adalah memahami kosmos, keajaiban alam, dan hidup itu sendiri. Air berfungsi sebagai penampung dan pengantar energi. Air mampu menyalin dan mengingat informasi.

Air Kotor VS Air Bersih

Air yang diambil dari mata air Lourdes (Perancis) dan Saijo (Jepang), menghasilkan kristal yang luar biasa indahnya. Sementara itu, air dari Biwako Lake, yang tingkat polusinya sangat tinggi, gambar yang dihasilkan dari peng-kristalan nya sangat buruk, tidak berbentuk. Logika inilah yang berlaku pula dalam penerapan prinsip feng shui. Dalam penataan rumah, air sering digunakan untuk melakukan remidi ataupun mendongkrak energi tertentu, misalnya berupa kolam ikan, akuarium, air terjun, air mancur. Untuk mendapatkan benefit dari penempatan air ini, maka kebersihan air tersebut sifatnya mutlak. Lebih baik tidak memiliki kolam ikan/ akuarium, jika tidak mampu merawat/ menjaga air tetap bersih dan sehat.

masaru emoto 1

Tampilan Visual

Air yang kepadanya ditunjukkan gambar Mother Teresa, menghasilkan kristal yang sangat indah. Sementara yang diperlihatkan gambar Adolf Hitler, menghasilkan gambar yang sebaliknya.

masaru emoto 2

Banyak klien saya yang bertanya, apakah warna pakaian, lukisan, benda kristal, lampu, warna tembok, memiliki peran dalam menentukan kualitas energi lingkungan (dalam sebuah bangunan). Jawabannya jelas, yaitu tidak. Benda-benda tersebut tidak dapat mengubah jenis dan kualitas energi dimana benda tersebut terletak, karen kualitas energi dalam bangunan ditentukan dari arah hadapnya, usia nya, dan keberadaan benda-benda lain di lingkungan luar (gunung dan air). Namun, adanya benda-benda dan nuansa warna di dalam bangunan, memberikan pengaruh langsung pada penghuni bangunan tersebut, karena tubuh dari penghuni 70% nya terdiri dari air. Dimana air ini, seperti yang dikatakan Dr.Masaru Emoto, mampu menyalin dan mengingat informasi. Untuk itulah, jika memang sebuah lukisan/ warna/ benda kristal, memberikan kenyamanan, silahkan saja anda miliki/ memasangnya.

Dalam kegiatan meninjau lokasi (rumah) klien, saya temukan korelasi yang sangat kuat antara faktor estetika (kebersihan, kerapian, keindahan) sebuah bangunan tersebut dengan tingkat kesuksesan penghuninya. Keluarga yang harmonis (rukun dan sehat) rata-rata memiliki rumah yang rapi dan bersih (meski tidak mewah), sementara keluarga yang mengalami masalah (ekonomi, keharmonisan), rumahnya rata-rata berantakan dan kotor, senang menyimpan benda bekas, tidak terpakai, berdebu (meski tergolong rumah mewah). Melihat fakta ini, tidak dapat dipungkiri bahwa apa yang dilihat dan dirasakan, berdampak pada kualitas energi dalam tubuh penghuni nya.

 

Suara

Dalam percobaan lain, Dr.Emoto memperdengarkan alunan musik dari J.S.Bach dalam segelas air, dan musik heavy metal pada segelas air yang lain. Dari keduanya didapatkan gambar dari hasil pengkristalan yang sangat kontras. Hal ini pun relevan dalam feng shui. Aliran air yang terlalu deras (sungai/ jalan raya) berpotensi mengeluarkan suara berisik/ bising, ini dapat mengganggu kualitas energi yang ditangkap seseorang. Sementara itu suara air yang gemericik, musik yang lembut, akan memberikan pengaruh positif dalam diri seseorang. Sehingga selalu disarankan untuk tinggal di tempat yang tenang.

masaru emoto 3

Seperti telah disebutkan di atas, tubuh manusia 70% nya terdiri dari air. Sementara itu, otak manusia, 80% merupakan air, dan lebih ekstrim lagi darah, yang 95% nya adalah air. Menggarisbawahi apa yang ditemukan oleh Dr.Emoto tersebut, disadari atau tidak, disukai atau tidak, energi yang ada di sekitar (dibawa oleh angin: Feng) sangat mempengaruhi air (Shui) yang dikandung manusia (terutama darah, otak). Jika energi yang dikenali dan diingat air dalam tubuh seseorang adalah energi yang baik dan bersih, maka dia juga akan memberikan kebaikan (kesehatan) bagi orang tersebut. Sebaliknya, jika energi yang buruk yang masuk, maka dampak bagi kesehatan orang tersebut juga akan terganggu. Jika kesehatan terganggu, sudah tentu akan mengganggu kinerja finansialnya. Dan feng shui, semata-mata hanya merupakan salah satu alat untuk mengidentifikasi kualitas energi ini, tidak lebih.

 

(Inspirasi: The Hidden Messages in Water, Dr.Masaru Emoto, Beyond Words Publishing; terjemahan bahasa Indonesia: Pesan Rahasia Sang Air diterbitkan oleh Gramedia, 2006)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *