Keberuntungan Langit, Bumi, dan Manusia

Tiga Keberuntungan Menurut Filosofi China

(Chinese Philosophy for Success)

Sering dipertanyakan dalam berbagai kesempatan, apa sesungguhnya yang menjadikan seseorang sukses? Apakah faktor Hokie? Faktor Feng Shui? Ataukah faktor manusia itu sendiri? Dalam Chinese Philosophy for Success, ada ketiga faktor tersebut berperan dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Faktor ini sering disebut juga dengan keberuntungan, yaitu:

  • faktor/ keberuntungan langit (Hokie)
  • faktor/ keberuntungan bumi (feng shui)
  • faktor/ keberuntungan manusia (usaha).

Faktor bumi dan manusia,  berada di bawah kendali manusia.

Hokie seseorang  adalah sesuatu yang melekat dengan kelahiran seseorang yang sudah barang tentu tidak bisa diubah. Misalnya, orangtua, jenis kelamin, suku bangsa, dan lain-lain. Jika seseorang lahir dari keluarga yang sukses (kaya raya), tentu secara relatif kualitas hidupnya akan lebih baik dibandingkan dengan yang lahir dari keluarga yang hidupnya pas-pasan. Dalam metafisika China, ilmu yang menjelaskan faktor langit ini dikenal dengan nama ba zi (baca: pa’ che’). Ba zi bermanfaat untuk mengenali potensi sekaligus kelemahan diri berdasarkan formasi energi yang terbentuk dan melekat pada individu ketika lahir. Peranan metafisika China yang lain (akupunktur, Chinese traditional medicine, feng shui) adalah untuk mengeliminir/ menetralisir kelemahan yang dimiliki seseorang berdasarkan Ba Zi nya.

Faktor bumi adalah feng shui. Disadari atau tidak, disukai atau tidak, seseorang mendapat pengaruh dari energi lingkungan sekitarnya. Orang yang hidupnya ’susah,’ biasanya memiliki rumah yang kotor, pengap, bau, lembab, dan berantakan. Dalam ilmu kesehatan, seorang tidak dapat hidup sehat jika tidak mendapatkan asupan gisi yang baik. Analog dari hal tersebut, kondisi rumah yang buruk menyebabkan penghuni tidak mendapat ’asupan’ energi positif/ sehat. Ketiadaan support dari energi rumah tersebut, akan menyebabkan penghuninya merasa tidak nyaman, diliputi kecemasan yang tidak terjelaskan sebabnya, tidak dapat beristirahat dengan baik, mudah marah, mudah sakit, tidak betah di rumah, dan lain-lain. Singkatnya, keharmonisan dan kemakmuran dalam keluarga tersebut akan terganggu. Rumah dengan tatanan energi yang baik, tidak harus mewah dan mahal. Sehingga tidak benar kalau ada yang mengatakan keadaan rumah yang buruk itu disebabkan terlebih dahulu oleh kondisi keuangan yang morat-marit.

Faktor manusia meliputi perilaku (seperti: amal ibadah, kerja keras, keuletan, akhlak) dan pengetahuan (seperti: pendidikan, pengalaman, ketrampilan), dan lain lain. Mau menerapkan feng shui atau tidak juga termasuk faktor manusia, oleh karena feng shui merupakan sebuah opsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *